Senin, 22 Juni 2015

TUGAS MEDIA PEMBELAJARAN



Kali ini saya akan mempublikasikan tentang media pembelajaran tiga dimensi yaitu periskop sederhana. pada postingan ini saya akan menjelaskan langkah-langkah pembuatan periskop sederhana.

Untuk mengetahui cara pembuatan periskop sederhana, silahkan klik link dibawah ini:


MEDIA PEMBELAJARAN TENTANG USAHA DAN ENERGI

https://drive.google.com/file/d/0BwXqZI61-BHyMjFQUm1FNnRMNDg/view?usp=sharing

Sabtu, 20 Juni 2015

ARTIKEL TENTANG GALVANOMETER



GALVANOMETER
1.      Sejarah Di temukannya Galvanometer
                
“Galvanometer adalah alat ukur listrik kumparan putar yang digunakan untuk mengukur kuat arus dalam orde  µA.
Galvanometer tidak dapat digunakan untuk mengukur kuat arus maupun beda potensial listrik yang relatif besar, karena komponen-komponen internalnya yang tidak mendukung

Namun  Galvanometer dapat  digunakan untuk mengukur kuat arus maupun beda potensial listrik yang besar, jika pada galvanometer tersebut dipasang hambatan eksternal (pada voltmeter disebut hambatan depan, sedangkan pada ampermeter disebut hambatan shunt).

Sejarah galvanometer dapat ditelusuri kembali pada  tahun 1820, ketika fisikawan Denmark- Hans Christian Oersted mencatat bahwa jarum magnetik akan dibelokkan ketika mengalami kontak dengan arus listrik. Ketika sebuah arus listrik yang lewat melalui konduktor, maka jarum magnetis cenderung berbelok ke kanan di sudut menuju konduktor, sehingga dengan arah yang paralel dengan baris induksi sekitar konduktor dan utara tiang poin dalam arah yang ini baris induksi mengalir. Secara umum, sejauh mana jarum bergerak  adalah bergantung pada kekuatan yang sekarang. Dalam galvanometers pertama, jarum magnetis yang berputar bebas adalah hung dalam lilitan dari kawat. Pengamatan oleh Oersted kemudian menjadi prinsip dasar dari kerja sebuah galvanometer. Pada tahun yang sama, fisikawan Jerman – Johann Schweigger bekerja dengan prinsip ini, dan dengan kemunculan galvanometer pertama. Hak untuk penemuan galvanometer bergerak-kumparan pertama, yang banyak digunakan saat ini, jatuh pada fisikawan Prancis – Jacques Arsene D’Arsonval. Beberapa tahun kemudian, Edward Weston cukup membuat beberapa perubahan untuk desain ini, dan melakukan improvisasi.” 

( https://doniphysic.wordpress.com/2014/01/06/alat-ukur-listrik-2/  dan   http://problem-fisika.blogspot.com/2009/04/galvanometer.html ) 

2. Prinsip Kerja Galvanometer

Pada praktikum mengukur menggunakan galvanometer cara kerja yang kami lakukan adalah membuat rangkaian yaitu dengan cara menghubungkan galvanometer ,hambatan  dan sumber tegangan yaitu (baterai) dengan menggunakan kabel probe pc. Kutub positif pada galvanometer dihubungkan dengan hambatan lalu kutub positif pada baterai, sedangkan kutub negatif pada galvanometer dihubungkan dengan kutub negatif pada baterai dengan menggunakan kabel probe pc pula. Setelah itu kita akan dapat membaca skala yang terbesar dan skala yang ditunjuk pada galvanometer. Pengukuran ini digunakan dengan batas ukur 50 µA dan 500 µA.
 “Galvanometer bekerja berdasarkan gaya Lorentz. Gaya dimana gerak partikel akan menyimpang searah dengan gaya lorentz yang mempengaruhi. Arah gaya Lorentz pada muatan yang bergerak dapat juga ditentukan dengan kaidah tangan kanan dari gaya Lorentz (F) akibat dari arus listrik, I dalam suatu medan magnet B. Ibu jari, menunjukan arah gaya Lorentz . Jari telunjuk, menunjukkan arah medan magnet (B). Jari tengah, menunjukkan arah arus listrik (I). Untuk muatan positif arah gerak searah dengan arah arus, sedang untuk muatan negatif arah gerak berlawanan dengan arah arus.
  
Cara kerjanya galvanometer sama dengan motor listrik, tapi karena dilengkapi pegas, maka     kumparannya tidak berputar. Muatan dalam magnet dapat berubah karena arus listrik yang mengalir ke dalamnya. Galvanometer pada umumnya dipakai untuk arus searah, tetapi prinsipnya menggunakan konstruksi kumparan putar.

 Cara kerja galvanometer, yaitu berputarnya kumparan karena munculnya dua gaya Lorents sama besar tetapi berlawanan arah, yang bekerja pada dua sisi kumparan yang saling berhadapan. Kawat tembaga dililitkan pada inti besi lunak berbentuk silinder membentuk statu kumparan, dan diletakkan diantara diantara kutub-kutub sebuah magnet Permanen. Arus listrik memasuki dan meninggalkan kumparan melalui pegas spiral yang terpasang di atas ddi bawah kumparan. 

Maka sisi kumparan yang dekat dengan kutub utara dan kutub selatan mengalami gaya Lorente yang sama tetapi berlawanan arah, yang akan menyebebkan kumparan berputar. Putaran kumparan ditahan oleh kedua pegas spiral, sehingga kumparan hanya akan berputar dengan sudut tertentu. Putaran dari kumparan diteruskan oleh sebuah jarum untuk menunjuk pada skala tertentu. Angka yang ditunjukkan oleh skala menyatakan besar arus listrik yang diukur.”
  (http://sitirohimah50.blogspot.com/2013/01/makalah-alat-ukur-galvanometer-bab.html)

RPP SMP TENTANG GERAK BUMI, BULAN TERHADAP MATAHARI


Sekolah                          : SMPN 4 TANAH SEPENGGAL
Mata Pelajaran               : FISIKA
Kelas/ Semester             : VIII/2
Materi Pokok                 : GERAK BUMI,BULAN TERHADAP MATAHARI
Alokasi Waktu               : 1X3 JP ( SATU KALI PERTEMUAN)           

    Kompetensi Inti
         
1.       Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
2.   Menghargai dan menghayati prilaku jujur, disiplin, tanggungjawab , peduli (toleransi, gotong royong) , santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
3.  Memahami pengetahuan (factual, konseptual, dan procedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
4. Mencoba, mengolah dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari disekolah  dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.





     Kompetensi Dasar dan Indikator

1.1.Mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan tuhan tentang aspek fisik dan kimiawi, kehidupan  dalam ekosistem, dan peranan manusia dalam lingkungan serta mewujudkanya dalam pengamalan ajaran agama yang dianutnya.
2.1.Menunjukkan prilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur; teliti; cermat; tekun; hati-hati; bertanggung jawab; terbuka; kritis; kreatif; inovatif dan peduli lingkumgan) dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan pengamatan, percobaan, dan berdiskusi.
2.2.Menghargai kerja individu dan kelompok dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi melaksanakan percobaan dan melaporkan hasil percobaan.
2.3.Menunjukkan perilaku bijaksana dan bertanggung jawab dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam memilih maknan dan minuman yang menyehatkan dan tidak merusak tubuh.
2.4.Menunjukkan penghargaan kepada orang lain dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi penghargaan pada orang yang menjual makanan sehat tanpa campuran at aditif yang berbahaya.
          3.14.Mendiskripsikan gerakan bumi dan bulan terhadap matahari serta menjelaskan perubahan siang dan malam, peristiwa gerhana matahari dan gerhana bulan , perubahan musim serta dampaknya bagi kehidupan di bumi.
                        Indikator:
                         C1. Menyebutkan gerakan apa saja yang dialami bumi  dan bulan terhadap matahari?
 C2. Menjelaskan terjadinya siang dan malam?
 C2.Menjelaskan terjadinya perubahan musim serta dampaknya bagi kehidupan?
 C4.Membedakan proses terjadinya gerhana bulan dan gerhana matahari 

Tujuan Pembelajaran

C1. Siswa dapat menyebutkan gerakan apa saja yang dialami bumi dan bulan terhadap    matahari
       dengan  cepat dan tepat.

C2. Siswa dapat menjelaskan terjadinya siang dan malam dengan lancer dan benar.

C2. Siswa dapat menjelaskan terjadinya perubahan musim serta dampaknya bagi kehidupa secara
       cepat dan tepat.

C4. Siswa dapat membedakan proses terjadinya gerhana bulan dan gerhana matahari dengan
       lancar dan tepat.

.      Materi pembelajaran

A.Gerakan Bumi
        1.Gerak Rotasi
Rotasi bumi adalah perputaran bumi pada poros/sumbunya. Arah rotasi bumi dari barat ke timur. Untuk melakukan satu kali rotasi bumi memerlukan waktu 23 jam 56 menit 4 detik, dibulatkan menjadi 24 jam. Waktu untuk satu kali rotasi disebut kala rotasi.
Akibat Rotasi bumi adalah :
a.    Terjadinya siang dan malam,bumi berotasi, daerah-daerah di bumi yang terkena sinar matahari   mengalami siang dan daerah-daerah di bumi yang tidak terkena matahari mengalami waktu malam.
b.   Gerak semu harian matahari,Setiap hari matahari seolah-olah bergerak dari timur ke barat. Hal ini terjadi karena kita bergerak mengikuti rotasi bumi dari barat ke timur sedangkan matahari diam. Letak matahari yang seolah-olah berubah ini menyebabkan panas sinar mataharipada pagi, siang, dan sore berbeda-beda yaitupada siang hari sinar matahari terasa lebih panas daripada pagi dan sore hari.
c.     Perbedaan waktu di Bumi, Perbedaan waktu antara satu tempat dengan tempat lain berdasarkan garis bujur. Sekali rotasi bumi atau dalam 24 jam, setiap tempat di permukaan bumi telah berputar sebesar 360° bujur. Dengan demikian, setiap 15° bujur ditempuh dalam jangka waktu 1 jam. Setiap garis bujur yang jaraknya 15° atau kelipatannya disebut bujur standar. Waktu bujur standar disebut waktu lokal. Oleh karena itu, di permukaan bumi terdapat 24 waktu lokal.
                  Indonesia memiliki tiga daerah waktu yaitu WIB (Waktu Indonesia Bagian Barat), WITA (Waktu Indonesia Bagian Tengah), dan WIT (Waktu Indonesia Bagian Timur).
2.       Gerak Revolusi
Gerak revolusi adalah gerakan bumi berputar pada orbitnya dalam mengelilingi matahari. Waktu yangdiperlukan bumi untuk satu kali revolusi disebut kala revolusi. Kala revolusi bumi adalah 365 ¼ hari atau 1 tahun.
Ternyata sepanjang tahun kedudukan matahari seolah berubah-ubah (gerak semu tahunan matahari).
            a. Antara bulan Maret – September bayangan benda mengarah ke selatan. Hal ini terjadi  
               karena  
                kedudukan matahari ketika itu seolah-olah berada di sebelah utara.
         b. Antara bulan September – Maret bayangan benda ke utara. Hal itu terjadi karena kedudukan matahari ketika itu seolah-olah berada di      selatan.
c.  Kejadian alam tersebut dinamakan gerak semu tahunan matahari.

                  Akibat gerak revolusi bumi adalah:
a. Terjadinya gerak semu tahunan matahari, seolah-olah melakukan pergeseran dari utara ke selatan dari khatulistiwa.
b. Terjadinya perubahan musim di permukaan bumi, dalam setahun, mengalami perubahan musim. Daerah yang terletak di sekitar khatulistiwa yaitu musim hujan dan musim kemarau. Daerah yang terletak di belahan bumi utara dan selatan adalah musim dingin, musim semi, musim panas dan musim gugur.
c. Terlihatnya rasi bintang yang berbeda dari bulan ke bulan. Rasi bintang adalah kumpulan bintang yang membentuk pola tertentu. Setiap rasi bintang terlihat pada saat yang sama dan pada tempat yang sama. Bumi beredar mengelilingi matahari sehingga rasi bintang yang akan terlihat di setiap bulannya selalu berbeda.

     Indonesia yang terletak di khatulistiwa hanya mengalami dua musim, yaitu musim hujan dan musim    
     kemarau.
a. Pada bulan Oktober sampai dengan Maret bertiup angin muson barat yang banyak membawa uap air sehingga di Indonesia mengalami musim hujan.
b. Pada bulan April sampai dengan bulan September bertiup angin muson timur yang sedikit membawa uap air sehingga di Indonesia mengalami musim kemarau.
B. Gerakan Bulan
Bulan merupakan satelit bumi. Bulan tidak memiliki cahaya sendiri, cahaya bulan yang memancar di malam hari adalah sinar matahari yang dipantulkan oleh permukaan bulan.
1.       Revolusi Bulan Terhadap Bumi
Revolusi bulan terhadap bumi adalah gerakan bulan mengelilingi bumi. Akibat gerakan bulan ini adalah perubahan penampakan bulan. Penampakan bulan dapat berbentuk : bulan mati, bulan sabit, bulan separuh, bulan benjol, dan bulan purnama. Terjadi perubahan penampakan bulan karena luas permukaan bulan yang terlihat dari bumi berubah-ubah sesuai kedudukan bulan terhadap matahari dan bumi.
Bentuk bulan yang terlihat dari bumi disebut fase bulan.
a. Fase bulan mati atau bulan baru. Pada saat itu, permukaan bulan yang terkena cahaya matahari berada di belakang bumi. Akibatnya, pada malam hari, bulan tidak tampak.
b. Fase bulan sabit karena bentuknya seperti sabit. Fase bulan sabit menunjukkan bulan baru mulai tampak dari bumi.
c. Fase bulan separuh, permukaan bulan yang mendapat cahaya matahari dipantulkan ke bumi.
d. Fase bulan bungkuk atau bulan tiga perempat dan lama-kelamaan bulan menjadi bundaran penuh yang disebut bulan purnama. Setelah itu, bulan mengecil lagi menjadi bulan tiga perempat, lalu bulan separuh, dan lama-kelamaan menjadi bulan sabit, kemudian kembali ke bentuk semula, yaitu bulan mati.
2. Gerakan Rotasi Bulan
    Bulan berputar pada porosnya. Kala rotasi bulan sama dengan kala revolusi bulan terhadap bumi sehingga permukaan bulan yang menghadap bumi selalu sama. Permukaan bulan dari bumi hanya dapat mengamati satu permukaan saja, permukaan lainnya tidak teramati.
        3.  Gerakan Revolusi Bulan Terhadap Matahari
    Bulan sebagai satelit bumi selalu mengikuti pergerakan bumi ketika bumi berevolusi terhadap matahari maka bulanpun berevolusi terhadap matahari. Dalam setahun, bulan mengelilingi matahari sebanyak 1 kali dan mengelilingi bumi sebanyak 12 kali. Maka , dalam setahun ada 12 bulan.
Akibat gerak bulan:
1. Perubahan penampakkan bulan
2. Terjadinya pasang naik dan pasang surut air laut
3. Permukaan bulan kelihatan dari bumi selalu sama


C. Gerhana
     Bumi dan bulan adalah benda langit yang tidak memiliki cahaya sendiri. Jika bulan atau bumi terkena cahaya matahari maka pada bagian belakang bulan atau bumi akan terbentuk bayangan. Karena ukuran matahari jauh lebih besar daripada ukuran bulan atau bumi maka terbentuk dua macam bayangan berbentuk kerucut, yaitu umbra dan penumbra.
a. Umbra atau bayangan inti adalah bayangan di bagian tengah yang sangat gelap.
B .Penumbra atau bayangan semu adalah bayangan samar-samar di sekeliling umbra.
Ada dua macam gerhana, yaitu gerhana bulan dan gerhana matahari.
1.       Gerhana Bulan
       Gerhana bulan hanya mungkin terjadi pada malam hari ketika bulan purnama. Gerhana bulan terjadi ketika kedudukan bulan, bumi, dan matahari membentuk garis lurus. Kedudukan bumi berada di antara bulan dan matahari.
       Pada waktu gerhana bulan, cahaya matahari yang seharusnya diterima bulan terhalang bumi sehingga bulan berada dalam bayang-bayang bumi. Bayang-bayang bumi ada dua macam, yaitu umbra dan penumbra.
Ada dua macam gerhana bulan:
a. Gerhana bulan total (sempurna), ketika posisi bulan berada pada umbra bumi sehingga bulan tertutup penuh oleh bayangan bumi. Gerhana bulan total berlangsung selama ±1 jam 40 menit.
b. Gerhana bulan sebagian (parsial), ketika hanya setengah bagian bulan masuk ke dalam umbra bumi. Bulan bergerak dan masuk ke daerah penumbra bumi.
            2.   Gerhana Matahari
       Gerhana matahari terjadi pada siang hari ketika bulan baru atau bulan mati. Gerhana Matahari terjadi ketika kedudukan bulan, bumi, dan matahari membentuk garis lurus, kedudukan bulan berada di antara bumi dan matahari.
       Gerhana matahari terjadi karena sinar matahari pada siang hari terhalang oleh bulan sehingga keadaan yang terang berangsur-angsur menjadi gelap. Jika terjadi gerhana matahari maka bayangan bulan akan mengenai bumi. Oleh karena bulan lebih kecil daripada bumi maka hanya sebagian tempat saja yang mengalami gerhana matahari.
       Ada tiga jenis gerhana matahari, yaitu:
a. Gerhana matahari total, hanya terjadi di permukaan bumi yang terkena bayangan umbra  bulan. Gerhana matahari total selalu diawali dan diakhiri oleh gerhana matahari sebagian.
   b. Gerhana matahari sebagian,terjadi di permukaan bumi yang terkena bayangan penumbra   bulan.
c. Gerhana matahari cincin, terjadi di permukaan bumi yang terkena lanjutan bayang-bayang inti. Hal itu terjadi karena bulan berada pada titik terjauhnya dari bumi



Metode pembelajaran

1.       Metode demonstrasi (peragaan)
2.       Metode diskusi kelompok
3.       Metode Tanya jawab
4.       Metode pemberian tugas

Media, Alat dan sumber pembelajaran
1.         Media pembelajaran
·         Media 3 Dimensi
·         Media visul
·         Media Audio Visual
2.       Alat Pembelajaran
·         Alat tulis
·         Globe
·         Model bulan, bumi dan matahari
·         Laptop
·         Proyektor
3.       Sumber Pembelajaran
·         Kanginan, Martthen. 2006. IPA FISIKA untuk SMP Kelas VIII. Jakarta : Erlangga
·         Suartini, Kinkin. 2010. Rangkuman Fisika SMP. Jakarta: Gagas Media
·         Lembar Kerja Siswa
·         Penuntun Praktikum dan e-dukasi.net
Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran
Rincian Kegiatan
Alokasi Waktu
Pendahuluan
·         Mengkondisikan kelas dan siswa sebelum memulai pelajaran
·         Memotivasi peserta didik dengan menyampaikan pertanyaan mengapa terjadinya siang dan malam?
·         Menyampaikan tujuan pembelajaran


15 Menit
Kegiatan Inti
·         Guru menunjukkan video gerak Bumi, Bulan terhadap Matahari,  Dan memperagakan nya dengan menggunakan globe, model bulan bumi dan matahari
·         Siswa mengamati dan membuat hipotesis tentang apa saja yang terjadi akibat gerakan bumi, bulan terhadao matahari.
·         Guru menilai keterampilan siswa mengamati
·         Guru membagi siswa 5-6 orang dalam 5  kelompok
·         Guru memberikan tugas kepada siswa
·         Kelompok mendiskusikan hasil temuan yang didapat dari proses mencermati yang didemontrasikan guru
·         Kelompok mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas. Kegiatan ini dilakukan setiap kelompok.
·         Kelompok yang lain menanggapi hasil presentasi kelompok tersebut.
·         Dari hasil presentasi siswa, guru menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai
·         Siswa dan guru membuat rangkuman tentang gerak bumi, bulan terhadap matahari.


100 Menit
Kegiatan Penutup
·         Siswa dan guru menyimpulkan materi pelajaran
·         Siswa mengerjakan lembaran  evaluasi  materi pembelajaran.
·         Siswa membuat rangkuman tentang gerak bumi,bulan terhadap matahari.

20 Menit







Penilain Hasil Belajar

1.       Teknik Penilaian
·         Tes Tertulis
·         Tes Unjuk Kerja
2.       Bentuk Instrumen
·         Isian dan pilihan ganda
·         Uji petik kerja prosedurdan produk
3.       Contoh Instrumen
·         Instrument tes isian
1.       Perubahan siang dan malam terjadi akibat?
Kunci : Rotasi bumi
Skor : 3

·         Instrument pilihan ganda
1.       Pergantian musim merupakan dampak dari ?
a.       Rotasi bumi
b.      Revolusi bumi
c.       Gerhana bulan
d.      Gerhana matahari
 Kunci : b
 Skor : 1
Rubrik
                               
NO
ASPEK
SKOR
1
Memperagakan alat dengan benar
2
2
Melakukan kegiatan dengan prosedur yang benar
4
3
Memperoleh data dari kegiatan
2
4
Membuat kesimpulan dengan benar
2

JUMLAH SKOR
10