Sabtu, 20 Juni 2015

ARTIKEL TENTANG GALVANOMETER



GALVANOMETER
1.      Sejarah Di temukannya Galvanometer
                
“Galvanometer adalah alat ukur listrik kumparan putar yang digunakan untuk mengukur kuat arus dalam orde  µA.
Galvanometer tidak dapat digunakan untuk mengukur kuat arus maupun beda potensial listrik yang relatif besar, karena komponen-komponen internalnya yang tidak mendukung

Namun  Galvanometer dapat  digunakan untuk mengukur kuat arus maupun beda potensial listrik yang besar, jika pada galvanometer tersebut dipasang hambatan eksternal (pada voltmeter disebut hambatan depan, sedangkan pada ampermeter disebut hambatan shunt).

Sejarah galvanometer dapat ditelusuri kembali pada  tahun 1820, ketika fisikawan Denmark- Hans Christian Oersted mencatat bahwa jarum magnetik akan dibelokkan ketika mengalami kontak dengan arus listrik. Ketika sebuah arus listrik yang lewat melalui konduktor, maka jarum magnetis cenderung berbelok ke kanan di sudut menuju konduktor, sehingga dengan arah yang paralel dengan baris induksi sekitar konduktor dan utara tiang poin dalam arah yang ini baris induksi mengalir. Secara umum, sejauh mana jarum bergerak  adalah bergantung pada kekuatan yang sekarang. Dalam galvanometers pertama, jarum magnetis yang berputar bebas adalah hung dalam lilitan dari kawat. Pengamatan oleh Oersted kemudian menjadi prinsip dasar dari kerja sebuah galvanometer. Pada tahun yang sama, fisikawan Jerman – Johann Schweigger bekerja dengan prinsip ini, dan dengan kemunculan galvanometer pertama. Hak untuk penemuan galvanometer bergerak-kumparan pertama, yang banyak digunakan saat ini, jatuh pada fisikawan Prancis – Jacques Arsene D’Arsonval. Beberapa tahun kemudian, Edward Weston cukup membuat beberapa perubahan untuk desain ini, dan melakukan improvisasi.” 

( https://doniphysic.wordpress.com/2014/01/06/alat-ukur-listrik-2/  dan   http://problem-fisika.blogspot.com/2009/04/galvanometer.html ) 

2. Prinsip Kerja Galvanometer

Pada praktikum mengukur menggunakan galvanometer cara kerja yang kami lakukan adalah membuat rangkaian yaitu dengan cara menghubungkan galvanometer ,hambatan  dan sumber tegangan yaitu (baterai) dengan menggunakan kabel probe pc. Kutub positif pada galvanometer dihubungkan dengan hambatan lalu kutub positif pada baterai, sedangkan kutub negatif pada galvanometer dihubungkan dengan kutub negatif pada baterai dengan menggunakan kabel probe pc pula. Setelah itu kita akan dapat membaca skala yang terbesar dan skala yang ditunjuk pada galvanometer. Pengukuran ini digunakan dengan batas ukur 50 µA dan 500 µA.
 “Galvanometer bekerja berdasarkan gaya Lorentz. Gaya dimana gerak partikel akan menyimpang searah dengan gaya lorentz yang mempengaruhi. Arah gaya Lorentz pada muatan yang bergerak dapat juga ditentukan dengan kaidah tangan kanan dari gaya Lorentz (F) akibat dari arus listrik, I dalam suatu medan magnet B. Ibu jari, menunjukan arah gaya Lorentz . Jari telunjuk, menunjukkan arah medan magnet (B). Jari tengah, menunjukkan arah arus listrik (I). Untuk muatan positif arah gerak searah dengan arah arus, sedang untuk muatan negatif arah gerak berlawanan dengan arah arus.
  
Cara kerjanya galvanometer sama dengan motor listrik, tapi karena dilengkapi pegas, maka     kumparannya tidak berputar. Muatan dalam magnet dapat berubah karena arus listrik yang mengalir ke dalamnya. Galvanometer pada umumnya dipakai untuk arus searah, tetapi prinsipnya menggunakan konstruksi kumparan putar.

 Cara kerja galvanometer, yaitu berputarnya kumparan karena munculnya dua gaya Lorents sama besar tetapi berlawanan arah, yang bekerja pada dua sisi kumparan yang saling berhadapan. Kawat tembaga dililitkan pada inti besi lunak berbentuk silinder membentuk statu kumparan, dan diletakkan diantara diantara kutub-kutub sebuah magnet Permanen. Arus listrik memasuki dan meninggalkan kumparan melalui pegas spiral yang terpasang di atas ddi bawah kumparan. 

Maka sisi kumparan yang dekat dengan kutub utara dan kutub selatan mengalami gaya Lorente yang sama tetapi berlawanan arah, yang akan menyebebkan kumparan berputar. Putaran kumparan ditahan oleh kedua pegas spiral, sehingga kumparan hanya akan berputar dengan sudut tertentu. Putaran dari kumparan diteruskan oleh sebuah jarum untuk menunjuk pada skala tertentu. Angka yang ditunjukkan oleh skala menyatakan besar arus listrik yang diukur.”
  (http://sitirohimah50.blogspot.com/2013/01/makalah-alat-ukur-galvanometer-bab.html)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar