GALVANOMETER
1. Sejarah Di temukannya Galvanometer
“Galvanometer adalah alat ukur listrik
kumparan putar yang digunakan untuk mengukur kuat arus dalam orde µA.
Galvanometer tidak dapat digunakan untuk
mengukur kuat arus maupun beda potensial listrik yang relatif besar, karena
komponen-komponen internalnya yang tidak mendukung
Namun Galvanometer dapat digunakan untuk mengukur kuat arus maupun
beda potensial listrik yang besar, jika pada galvanometer tersebut dipasang
hambatan eksternal (pada voltmeter disebut hambatan depan, sedangkan pada
ampermeter disebut hambatan shunt).
( https://doniphysic.wordpress.com/2014/01/06/alat-ukur-listrik-2/ dan http://problem-fisika.blogspot.com/2009/04/galvanometer.html )
2. Prinsip Kerja Galvanometer
Pada praktikum mengukur menggunakan galvanometer cara kerja yang kami lakukan adalah membuat rangkaian yaitu dengan cara menghubungkan galvanometer ,hambatan dan sumber tegangan yaitu (baterai) dengan menggunakan kabel probe pc. Kutub positif pada galvanometer dihubungkan dengan hambatan lalu kutub positif pada baterai, sedangkan kutub negatif pada galvanometer dihubungkan dengan kutub negatif pada baterai dengan menggunakan kabel probe pc pula. Setelah itu kita akan dapat membaca skala yang terbesar dan skala yang ditunjuk pada galvanometer. Pengukuran ini digunakan dengan batas ukur 50 µA dan 500 µA.
“Galvanometer bekerja berdasarkan gaya Lorentz. Gaya dimana gerak partikel akan menyimpang searah dengan gaya lorentz yang mempengaruhi. Arah gaya Lorentz pada muatan yang bergerak dapat juga ditentukan dengan kaidah tangan kanan dari gaya Lorentz (F) akibat dari arus listrik, I dalam suatu medan magnet B. Ibu jari, menunjukan arah gaya Lorentz . Jari telunjuk, menunjukkan arah medan magnet (B). Jari tengah, menunjukkan arah arus listrik (I). Untuk muatan positif arah gerak searah dengan arah arus, sedang untuk muatan negatif arah gerak berlawanan dengan arah arus.
Cara kerjanya galvanometer sama dengan motor listrik, tapi karena dilengkapi pegas, maka kumparannya tidak berputar. Muatan dalam magnet dapat berubah karena arus listrik yang mengalir ke dalamnya. Galvanometer pada umumnya dipakai untuk arus searah, tetapi prinsipnya menggunakan konstruksi kumparan putar.
Cara kerja galvanometer, yaitu berputarnya kumparan karena munculnya dua gaya Lorents sama besar tetapi berlawanan arah, yang bekerja pada dua sisi kumparan yang saling berhadapan. Kawat tembaga dililitkan pada inti besi lunak berbentuk silinder membentuk statu kumparan, dan diletakkan diantara diantara kutub-kutub sebuah magnet Permanen. Arus listrik memasuki dan meninggalkan kumparan melalui pegas spiral yang terpasang di atas ddi bawah kumparan.
Maka sisi kumparan yang dekat dengan kutub utara dan kutub selatan mengalami gaya Lorente yang sama tetapi berlawanan arah, yang akan menyebebkan kumparan berputar. Putaran kumparan ditahan oleh kedua pegas spiral, sehingga kumparan hanya akan berputar dengan sudut tertentu. Putaran dari kumparan diteruskan oleh sebuah jarum untuk menunjuk pada skala tertentu. Angka yang ditunjukkan oleh skala menyatakan besar arus listrik yang diukur.”
(http://sitirohimah50.blogspot.com/2013/01/makalah-alat-ukur-galvanometer-bab.html)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar