Senin, 22 Juni 2015
TUGAS MEDIA PEMBELAJARAN
Kali ini saya akan mempublikasikan tentang media pembelajaran tiga dimensi yaitu periskop sederhana. pada postingan ini saya akan menjelaskan langkah-langkah pembuatan periskop sederhana.
Untuk mengetahui cara pembuatan periskop sederhana, silahkan klik link dibawah ini:
Sabtu, 20 Juni 2015
ARTIKEL TENTANG GALVANOMETER
GALVANOMETER
1. Sejarah Di temukannya Galvanometer
“Galvanometer adalah alat ukur listrik
kumparan putar yang digunakan untuk mengukur kuat arus dalam orde µA.
Galvanometer tidak dapat digunakan untuk
mengukur kuat arus maupun beda potensial listrik yang relatif besar, karena
komponen-komponen internalnya yang tidak mendukung
Namun Galvanometer dapat digunakan untuk mengukur kuat arus maupun
beda potensial listrik yang besar, jika pada galvanometer tersebut dipasang
hambatan eksternal (pada voltmeter disebut hambatan depan, sedangkan pada
ampermeter disebut hambatan shunt).
( https://doniphysic.wordpress.com/2014/01/06/alat-ukur-listrik-2/ dan http://problem-fisika.blogspot.com/2009/04/galvanometer.html )
2. Prinsip Kerja Galvanometer
Pada praktikum mengukur menggunakan galvanometer cara kerja yang kami lakukan adalah membuat rangkaian yaitu dengan cara menghubungkan galvanometer ,hambatan dan sumber tegangan yaitu (baterai) dengan menggunakan kabel probe pc. Kutub positif pada galvanometer dihubungkan dengan hambatan lalu kutub positif pada baterai, sedangkan kutub negatif pada galvanometer dihubungkan dengan kutub negatif pada baterai dengan menggunakan kabel probe pc pula. Setelah itu kita akan dapat membaca skala yang terbesar dan skala yang ditunjuk pada galvanometer. Pengukuran ini digunakan dengan batas ukur 50 µA dan 500 µA.
“Galvanometer bekerja berdasarkan gaya Lorentz. Gaya dimana gerak partikel akan menyimpang searah dengan gaya lorentz yang mempengaruhi. Arah gaya Lorentz pada muatan yang bergerak dapat juga ditentukan dengan kaidah tangan kanan dari gaya Lorentz (F) akibat dari arus listrik, I dalam suatu medan magnet B. Ibu jari, menunjukan arah gaya Lorentz . Jari telunjuk, menunjukkan arah medan magnet (B). Jari tengah, menunjukkan arah arus listrik (I). Untuk muatan positif arah gerak searah dengan arah arus, sedang untuk muatan negatif arah gerak berlawanan dengan arah arus.
Cara kerjanya galvanometer sama dengan motor listrik, tapi karena dilengkapi pegas, maka kumparannya tidak berputar. Muatan dalam magnet dapat berubah karena arus listrik yang mengalir ke dalamnya. Galvanometer pada umumnya dipakai untuk arus searah, tetapi prinsipnya menggunakan konstruksi kumparan putar.
Cara kerja galvanometer, yaitu berputarnya kumparan karena munculnya dua gaya Lorents sama besar tetapi berlawanan arah, yang bekerja pada dua sisi kumparan yang saling berhadapan. Kawat tembaga dililitkan pada inti besi lunak berbentuk silinder membentuk statu kumparan, dan diletakkan diantara diantara kutub-kutub sebuah magnet Permanen. Arus listrik memasuki dan meninggalkan kumparan melalui pegas spiral yang terpasang di atas ddi bawah kumparan.
Maka sisi kumparan yang dekat dengan kutub utara dan kutub selatan mengalami gaya Lorente yang sama tetapi berlawanan arah, yang akan menyebebkan kumparan berputar. Putaran kumparan ditahan oleh kedua pegas spiral, sehingga kumparan hanya akan berputar dengan sudut tertentu. Putaran dari kumparan diteruskan oleh sebuah jarum untuk menunjuk pada skala tertentu. Angka yang ditunjukkan oleh skala menyatakan besar arus listrik yang diukur.”
(http://sitirohimah50.blogspot.com/2013/01/makalah-alat-ukur-galvanometer-bab.html)
RPP SMP TENTANG GERAK BUMI, BULAN TERHADAP MATAHARI
Sekolah : SMPN 4 TANAH
SEPENGGAL
Mata Pelajaran : FISIKA
Kelas/ Semester : VIII/2
Materi Pokok : GERAK BUMI,BULAN TERHADAP MATAHARI
Alokasi Waktu : 1X3 JP ( SATU KALI PERTEMUAN)
Mata Pelajaran : FISIKA
Kelas/ Semester : VIII/2
Materi Pokok : GERAK BUMI,BULAN TERHADAP MATAHARI
Alokasi Waktu : 1X3 JP ( SATU KALI PERTEMUAN)
Kompetensi
Inti
1.
Menghargai dan menghayati ajaran agama yang
dianutnya.
2. Menghargai dan menghayati prilaku jujur,
disiplin, tanggungjawab , peduli (toleransi, gotong royong) , santun, percaya
diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam
jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
3. Memahami pengetahuan (factual, konseptual, dan
procedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi,
seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
4. Mencoba, mengolah dan menyaji dalam ranah
konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah
abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan
yang dipelajari disekolah dan sumber
lain yang sama dalam sudut pandang/teori.
Kompetensi
Dasar dan Indikator
1.1.Mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan tuhan tentang aspek
fisik dan kimiawi, kehidupan dalam
ekosistem, dan peranan manusia dalam lingkungan serta mewujudkanya dalam
pengamalan ajaran agama yang dianutnya.
2.1.Menunjukkan prilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur;
teliti; cermat; tekun; hati-hati; bertanggung jawab; terbuka; kritis; kreatif;
inovatif dan peduli lingkumgan) dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud
implementasi sikap dalam melakukan pengamatan, percobaan, dan berdiskusi.
2.2.Menghargai kerja individu dan kelompok dalam aktivitas sehari-hari
sebagai wujud implementasi melaksanakan percobaan dan melaporkan hasil
percobaan.
2.3.Menunjukkan perilaku bijaksana dan bertanggung jawab dalam aktivitas
sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam memilih maknan dan minuman
yang menyehatkan dan tidak merusak tubuh.
2.4.Menunjukkan penghargaan kepada orang lain dalam aktivitas sehari-hari
sebagai wujud implementasi penghargaan pada orang yang menjual makanan sehat
tanpa campuran at aditif yang berbahaya.
3.14.Mendiskripsikan
gerakan bumi dan bulan terhadap matahari serta menjelaskan perubahan siang dan
malam, peristiwa gerhana matahari dan gerhana bulan , perubahan musim serta
dampaknya bagi kehidupan di bumi.
Indikator:
C1. Menyebutkan gerakan apa
saja yang dialami bumi dan bulan
terhadap matahari?
C2. Menjelaskan terjadinya siang
dan malam?
C2.Menjelaskan terjadinya perubahan musim
serta dampaknya bagi kehidupan?
C4.Membedakan proses terjadinya gerhana bulan
dan gerhana matahari
Tujuan Pembelajaran
Tujuan Pembelajaran
C1. Siswa dapat
menyebutkan gerakan apa saja yang dialami bumi dan bulan terhadap matahari
dengan
cepat dan tepat.
C2. Siswa dapat
menjelaskan terjadinya siang dan malam dengan lancer dan benar.
C2. Siswa dapat
menjelaskan terjadinya perubahan musim serta dampaknya bagi kehidupa secara
cepat dan tepat.
C4. Siswa dapat
membedakan proses terjadinya gerhana bulan dan gerhana matahari dengan
lancar dan tepat.
.
Materi
pembelajaran
A.Gerakan Bumi
1.Gerak Rotasi
Rotasi bumi adalah perputaran bumi pada
poros/sumbunya. Arah rotasi bumi dari barat ke timur. Untuk melakukan satu kali
rotasi bumi memerlukan waktu 23 jam 56 menit 4 detik, dibulatkan menjadi 24
jam. Waktu untuk satu kali rotasi disebut kala rotasi.
Akibat
Rotasi bumi adalah :
a. Terjadinya siang dan malam,bumi berotasi,
daerah-daerah di bumi yang terkena sinar matahari mengalami siang dan daerah-daerah di bumi
yang tidak terkena matahari mengalami waktu malam.
b. Gerak semu harian matahari,Setiap hari
matahari seolah-olah bergerak dari timur ke barat. Hal ini terjadi karena kita
bergerak mengikuti rotasi bumi dari barat ke timur sedangkan matahari diam.
Letak matahari yang seolah-olah berubah ini menyebabkan panas sinar
mataharipada pagi, siang, dan sore berbeda-beda yaitupada siang hari sinar
matahari terasa lebih panas daripada pagi dan sore hari.
c. Perbedaan waktu di Bumi, Perbedaan waktu
antara satu tempat dengan tempat lain berdasarkan garis bujur. Sekali rotasi
bumi atau dalam 24 jam, setiap tempat di permukaan bumi telah berputar sebesar
360° bujur. Dengan demikian, setiap 15° bujur ditempuh dalam jangka waktu 1
jam. Setiap garis bujur yang jaraknya 15° atau kelipatannya disebut bujur
standar. Waktu bujur standar disebut waktu lokal. Oleh karena itu, di permukaan
bumi terdapat 24 waktu lokal.
Indonesia memiliki tiga
daerah waktu yaitu WIB (Waktu Indonesia Bagian Barat), WITA (Waktu Indonesia
Bagian Tengah), dan WIT (Waktu Indonesia Bagian Timur).
2. Gerak
Revolusi
Gerak revolusi adalah gerakan bumi berputar
pada orbitnya dalam mengelilingi matahari. Waktu yangdiperlukan bumi untuk satu
kali revolusi disebut kala revolusi. Kala revolusi bumi adalah 365 ¼ hari atau
1 tahun.
Ternyata sepanjang tahun kedudukan matahari
seolah berubah-ubah (gerak semu tahunan matahari).
a. Antara
bulan Maret – September bayangan benda mengarah ke selatan. Hal ini terjadi karena
kedudukan matahari ketika itu seolah-olah berada di sebelah utara.
b. Antara bulan September – Maret
bayangan benda ke utara. Hal itu terjadi karena kedudukan matahari ketika itu
seolah-olah berada di selatan.
c. Kejadian alam tersebut dinamakan gerak semu
tahunan matahari.
Akibat gerak revolusi bumi adalah:
a. Terjadinya
gerak semu tahunan matahari, seolah-olah melakukan pergeseran dari utara ke
selatan dari khatulistiwa.
b. Terjadinya
perubahan musim di permukaan bumi, dalam setahun, mengalami perubahan musim.
Daerah yang terletak di sekitar khatulistiwa yaitu musim hujan dan musim
kemarau. Daerah yang terletak di belahan bumi utara dan selatan adalah musim
dingin, musim semi, musim panas dan musim gugur.
c. Terlihatnya
rasi bintang yang berbeda dari bulan ke bulan. Rasi bintang adalah kumpulan
bintang yang membentuk pola tertentu. Setiap rasi bintang terlihat pada saat
yang sama dan pada tempat yang sama. Bumi beredar mengelilingi matahari
sehingga rasi bintang yang akan terlihat di setiap bulannya selalu berbeda.
Indonesia yang terletak di khatulistiwa hanya
mengalami dua musim, yaitu musim hujan dan musim
kemarau.
a. Pada
bulan Oktober sampai dengan Maret bertiup angin muson barat yang banyak membawa
uap air sehingga di Indonesia mengalami musim hujan.
b. Pada
bulan April sampai dengan bulan September bertiup angin muson timur yang
sedikit membawa uap air sehingga di Indonesia mengalami musim kemarau.
B. Gerakan Bulan
Bulan merupakan satelit bumi. Bulan tidak
memiliki cahaya sendiri, cahaya bulan yang memancar di malam hari adalah sinar
matahari yang dipantulkan oleh permukaan bulan.
1. Revolusi
Bulan Terhadap Bumi
Revolusi bulan terhadap bumi adalah gerakan
bulan mengelilingi bumi. Akibat gerakan bulan ini adalah perubahan penampakan
bulan. Penampakan bulan dapat berbentuk : bulan mati, bulan sabit, bulan
separuh, bulan benjol, dan bulan purnama. Terjadi perubahan penampakan bulan
karena luas permukaan bulan yang terlihat dari bumi berubah-ubah sesuai
kedudukan bulan terhadap matahari dan bumi.
Bentuk bulan
yang terlihat dari bumi disebut fase bulan.
a. Fase
bulan mati atau bulan baru. Pada saat itu, permukaan bulan yang terkena cahaya
matahari berada di belakang bumi. Akibatnya, pada malam hari, bulan tidak
tampak.
b. Fase
bulan sabit karena bentuknya seperti sabit. Fase bulan sabit menunjukkan bulan
baru mulai tampak dari bumi.
c. Fase
bulan separuh, permukaan bulan yang mendapat cahaya matahari dipantulkan ke
bumi.
d. Fase
bulan bungkuk atau bulan tiga perempat dan lama-kelamaan bulan menjadi bundaran
penuh yang disebut bulan purnama. Setelah itu, bulan mengecil lagi menjadi
bulan tiga perempat, lalu bulan separuh, dan lama-kelamaan menjadi bulan sabit,
kemudian kembali ke bentuk semula, yaitu bulan mati.
2. Gerakan Rotasi Bulan
Bulan berputar pada porosnya. Kala rotasi
bulan sama dengan kala revolusi bulan terhadap bumi sehingga permukaan bulan
yang menghadap bumi selalu sama. Permukaan bulan dari bumi hanya dapat
mengamati satu permukaan saja, permukaan lainnya tidak teramati.
3. Gerakan Revolusi Bulan Terhadap Matahari
Bulan sebagai satelit bumi selalu mengikuti
pergerakan bumi ketika bumi berevolusi terhadap matahari maka bulanpun
berevolusi terhadap matahari. Dalam setahun, bulan mengelilingi matahari
sebanyak 1 kali dan mengelilingi bumi sebanyak 12 kali. Maka , dalam setahun
ada 12 bulan.
Akibat gerak
bulan:
1. Perubahan
penampakkan bulan
2. Terjadinya
pasang naik dan pasang surut air laut
3. Permukaan
bulan kelihatan dari bumi selalu sama
C. Gerhana
Bumi dan bulan adalah benda langit yang
tidak memiliki cahaya sendiri. Jika bulan atau bumi terkena cahaya matahari
maka pada bagian belakang bulan atau bumi akan terbentuk bayangan. Karena
ukuran matahari jauh lebih besar daripada ukuran bulan atau bumi maka terbentuk
dua macam bayangan berbentuk kerucut, yaitu umbra dan penumbra.
a. Umbra
atau bayangan inti adalah bayangan di bagian tengah yang sangat gelap.
B .Penumbra
atau bayangan semu adalah bayangan samar-samar di sekeliling umbra.
Ada dua macam gerhana, yaitu gerhana bulan
dan gerhana matahari.
1. Gerhana
Bulan
Gerhana bulan hanya mungkin terjadi pada
malam hari ketika bulan purnama. Gerhana bulan terjadi ketika kedudukan bulan,
bumi, dan matahari membentuk garis lurus. Kedudukan bumi berada di antara bulan
dan matahari.
Pada waktu gerhana bulan, cahaya
matahari yang seharusnya diterima bulan terhalang bumi sehingga bulan berada
dalam bayang-bayang bumi. Bayang-bayang bumi ada dua macam, yaitu umbra dan
penumbra.
Ada dua
macam gerhana bulan:
a. Gerhana
bulan total (sempurna), ketika posisi bulan berada pada umbra bumi sehingga bulan
tertutup penuh oleh bayangan bumi. Gerhana bulan total berlangsung selama ±1
jam 40 menit.
b. Gerhana
bulan sebagian (parsial), ketika hanya setengah bagian bulan masuk ke dalam
umbra bumi. Bulan bergerak dan masuk ke daerah penumbra bumi.
2.
Gerhana Matahari
Gerhana matahari terjadi pada siang hari
ketika bulan baru atau bulan mati. Gerhana Matahari terjadi ketika kedudukan
bulan, bumi, dan matahari membentuk garis lurus, kedudukan bulan berada di
antara bumi dan matahari.
Gerhana matahari terjadi karena sinar
matahari pada siang hari terhalang oleh bulan sehingga keadaan yang terang
berangsur-angsur menjadi gelap. Jika terjadi gerhana matahari maka bayangan
bulan akan mengenai bumi. Oleh karena bulan lebih kecil daripada bumi maka
hanya sebagian tempat saja yang mengalami gerhana matahari.
Ada tiga jenis gerhana matahari, yaitu:
a. Gerhana
matahari total, hanya terjadi di permukaan bumi yang terkena bayangan umbra bulan. Gerhana matahari total selalu diawali
dan diakhiri oleh gerhana matahari sebagian.
b. Gerhana matahari sebagian,terjadi di
permukaan bumi yang terkena bayangan penumbra bulan.
c. Gerhana matahari cincin, terjadi di permukaan bumi yang terkena
lanjutan bayang-bayang inti. Hal itu terjadi karena bulan berada pada titik
terjauhnya dari bumi
Metode pembelajaran
1.
Metode demonstrasi (peragaan)
2.
Metode diskusi kelompok
3.
Metode Tanya jawab
4.
Metode pemberian tugas
Media, Alat dan sumber pembelajaran
1.
Media
pembelajaran
·
Media 3 Dimensi
·
Media visul
·
Media Audio Visual
2.
Alat Pembelajaran
·
Alat tulis
·
Globe
·
Model bulan, bumi dan matahari
·
Laptop
·
Proyektor
3.
Sumber Pembelajaran
·
Kanginan, Martthen. 2006. IPA FISIKA untuk SMP
Kelas VIII. Jakarta : Erlangga
·
Suartini, Kinkin. 2010. Rangkuman Fisika SMP.
Jakarta: Gagas Media
·
Lembar Kerja Siswa
·
Penuntun Praktikum dan e-dukasi.net
Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran
Rincian Kegiatan
|
Alokasi Waktu
|
Pendahuluan
·
Mengkondisikan kelas dan siswa sebelum memulai
pelajaran
·
Memotivasi peserta didik dengan menyampaikan
pertanyaan mengapa terjadinya siang dan malam?
·
Menyampaikan tujuan pembelajaran
|
15 Menit
|
Kegiatan Inti
·
Guru menunjukkan video gerak Bumi, Bulan
terhadap Matahari, Dan memperagakan
nya dengan menggunakan globe, model bulan bumi dan matahari
·
Siswa
mengamati dan membuat hipotesis tentang apa saja yang terjadi akibat gerakan
bumi, bulan terhadao matahari.
·
Guru
menilai keterampilan siswa
mengamati
·
Guru
membagi siswa 5-6 orang dalam 5 kelompok
·
Guru memberikan tugas kepada siswa
·
Kelompok
mendiskusikan hasil temuan yang didapat dari proses mencermati yang
didemontrasikan guru
·
Kelompok
mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas. Kegiatan ini dilakukan
setiap kelompok.
·
Kelompok yang lain menanggapi hasil presentasi
kelompok tersebut.
·
Dari
hasil presentasi siswa, guru menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin
dicapai
·
Siswa dan guru membuat rangkuman tentang gerak
bumi, bulan terhadap matahari.
|
100 Menit
|
Kegiatan Penutup
·
Siswa dan guru menyimpulkan materi pelajaran
·
Siswa mengerjakan lembaran evaluasi
materi pembelajaran.
·
Siswa
membuat rangkuman tentang gerak bumi,bulan terhadap matahari.
|
20 Menit
|
Penilain Hasil Belajar
1.
Teknik Penilaian
·
Tes Tertulis
·
Tes Unjuk Kerja
2.
Bentuk Instrumen
·
Isian dan pilihan ganda
·
Uji petik kerja prosedurdan produk
3.
Contoh Instrumen
·
Instrument tes isian
1.
Perubahan siang dan malam terjadi akibat?
Kunci : Rotasi bumi
Skor : 3
·
Instrument pilihan ganda
1.
Pergantian musim merupakan dampak dari ?
a.
Rotasi bumi
b.
Revolusi bumi
c.
Gerhana bulan
d.
Gerhana matahari
Kunci : b
Skor : 1
Rubrik
NO
|
ASPEK
|
SKOR
|
1
|
Memperagakan alat dengan benar
|
2
|
2
|
Melakukan kegiatan dengan prosedur yang benar
|
4
|
3
|
Memperoleh data dari kegiatan
|
2
|
4
|
Membuat kesimpulan dengan benar
|
2
|
JUMLAH SKOR
|
10
|
Langganan:
Postingan (Atom)